Kongres XVII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVI
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) secara bersamaan diselenggarakan di
Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, pada 30 November - 4 Desember
2012, mengangkat tema Pendidikan untuk Kemandirian Bangsa, dan juga akan
memilih Ketua IPNU yang baru periode 2012-2015.
Diangkatnya tema tersebut, kerena kemandirian sangatlah dibutuhkan
oleh bangsa ini ditengah keterpurukan, kondisi kita di hampir semua
level kehdupan. Salah satu faktor utama adalah tidak adanya independensi
mengelola nasib bangsa sendiri, ” kata Nurudin, Ketua Panitia Kongres
IPNU XVII di Jakarta, Senin (01/12).Kongres XVII IPNU bersama IPPNU tersebut terhelat beragam
acara, diantaranya seminar-seminar disela-sela acara internal, bazar
pendidikan, Jambore Pelajar-Santri Nusantara dan Apel Akbar CBP IPNU
se-Indonesia, Pengajian “Islam Itu Indah” bersama Ust M Nur Maulana, serta berbagai kegiatan pendidikan dan keagaman
lainnya yang terselenggara pada Jum'at (30/11)".
Dalam beragam acara tersebut, selain mengundang presiden dan wakil
presiden, panitia juga mengundang para elit pemimpin bangsa ini dari
berbagai kalangan. Bahkan panitia juga akan mendatangkan Menteri
Pendidikan Singapura, Mr. Isywaran,” tambah Nurudin.
Nurudin berharap, Kongres IPNU dan IPPNU ini menjadi penyampai pesan
bahwa pendidikan di Tanah Air yang masih memprihatinkan dan membutuhkan
perhatian yang lebih serius. Akses pendidikan dinilai belum merata ke
semua kalangan dan hasil dicapai belum mendukung pembangunan karakter
bagi pelajarnya. “Problem pendidikan dan pelajar seperti fenomena
kekerasan pelajar, pergaulan bebas, penyalahgunan Narkoba dan berbagai
kasus ketidakjujuran dalam menjawab soal UAN menjadi sisi lain tak
terpisahkan dari ironi pendidikan nasional kita. Kami berharap Kongres
IPNU ini juga menghasilkan rekomendasi mendorong pemerintah
menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut,” tegas Nurudin.
Keterpurukan pendidikan saat ini lanjut Nurudin, tampak dari laporan
United Nation Development Program (UNDP) tentang indek pembangunan
manusia (Human Development Index/HDI) tahun 2011 memosisikan Indonesia
pada peringkat ke 124 dari 187 negara. Posisi tersebut merosot dari
posisi sebelumnya di peringkat 108 pada tahun 2010. Dibandingkan
beberapa negara tetangga di ASEAN, Indonesia masih sangat jauh
ketinggalan.
Dalam acara kongres, IPNU telah
menyelenggarakan acara prakongres, antara lain, Pembentukan Kader
Antinarkoba di Bogor, Workshop Prakongres IPNU XVII di Bandung, dan
Diklatsusnas Tanggap Bencana Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU di
Mojokerto. Sebagai ajang konsolidasi, evaluasi, dan penguatan peran
organisasi di bidang pendidikan dan keagamaan dalam konteks keumatan dan
kebangsaan, Kongres IPNU akan mampu merumuskan agenda progresif
organisasi tiga tahun ke depan, serta jalannya suksesi kepengurusan
periode 2012-2015.
Pada akhir acara pemilihan Ketua Umum PP IPNU 2012-2015 Rekan Khairul Anam Harisah (Sekjend PP IPNU 2009-2012) terpilih melanjutkan estafeta kepemimpinan IPNU masa khidmat 2012-2015. Aris Prayuda (Ketua PC IPNU Kab.Majalengka) berharap lahirnya pemimpin baru maka lahir kembali gerakan baru bagi kejayaan IPNU kedepan dan semoga tetap sinergis untuk kedepannya."pungkasnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar